FUNCTIONAL COHESION
COHESION (KOHESI)
Cohesion atau kohesi adalah ke eratan
hubungan elemen-elemen di dalam suatu modul. Maksudnya adalah modul yang
dibuat memiliki fungsi-fungsi yang serupa untuk satu tanggung jawab. Karena
itu high cohesion sangat penting dalam perancangan software. Contoh
sederhana cohesion atau kohesi adalah satu class lampu lalu
lintas, memiliki satu tanggung jawab untuk lampu saja. Fungsi-fungsi seperti
turningOn, turningOff, changeColour harus identik dengan tanggung jawab
terhadap prilaku lampu secara umum.
Kriteria untuk mengukur seberapa independen
sebuah program dari pada prosesnya sendiri. Sehingga sebuah program yang kohesi
akan memiliki data dan logika yangdiperlukan untuk melengkapi
aplikasinya tanpa secaralangsung terpengaruh oleh program lain.
FUNGTIONAL
COHESION
Functional Cohesion merupakan salah satu
jenis Cohesion yang tingkat keeratan hubungan antar elemennya PalingTinggi.
Dapat dikatakan sebagai Functional
Cohesion jika seluruh elemen dari modul
terkait hanyamelakukan suatu fungsi tunggal yang terdefinisi
dengan baik, tanpa tergantung pada implementasi modul-modulyang lain.
Functional
Cohesion dapat diartikan juga sebagai Cohesion yang hanya mempunyai satu tugas, menghasilkan satu hasil atau
satu parameter output, bisa satu atau lebih parameter input.
·
Ciri-ciri Functional Cohesion :
1. Hanya
memiliki satu tugas
2. Menghasilkan
satu hasil atau satu parameter output
3. Bisa
terdiri dari satu atau lebih parameter input.
·
Contoh 1 :
Class
transaksi
Function tulisdata
Function bacadata
Function prosesdata
Function hitungtotal
Function hitungsubtotal
Function hiungitem
·
Contoh 2 :
Menghitung_pajak_penjualan
IF harga > 5000 THEN
Pajak = harga * 0.25
ELSE
IF harga > 4000 THEN
Pajak = harga * 0.2
ELSE
IF harga > 3000 THEN
Pajak = harga * 0.15
ELSE
IF harga > 2000 THEN
Pajak = harga * 0.1
ELSE
Pajak = 0
ENDIF
ENDIF
ENDIF
ENDIF
END
KOPLING
Kopling adalah suatu ukuran untuk independen relative
antara dua modul atau lebih. Begitu sering konsep-konsep kopling dan kohesi
dipersembahkan dengan cara
bagan- bagan susunan. Jelas penggunaan-pengunaan kopel-kopeldata
dan kopel-kopel kendali akan
menyederhanakan penjelasan konsep-konsep ini. Namun tidak benar untukmenilai
kopling dan kohesi hanya berkaitan dengan
bagan- bagan susunan. Bagan-bagan itu adalah konsep-konsepumum
yang dapat diterapkan pada sistem modul.
Perbedaan
Kopling dan Kohesi
Kopling dan kohesi sering dibicarakan sebagai cara mengukur tentang suatu kualitas modul, keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan antara kopling dan kohesi adalah kopling berbicara tentang saling ketergantungan antara berbagai modul, sedangkan kohesi menggambarkan bagaimana fungsi-fungsi terkait dalam satu dalam sebuah modul.
Komentar
Posting Komentar